Sambal Tumpang
Disana
Disana, dicabang cabang pohon kedelai
Yang daunya gatal setengah mati
Tumbuh buah buah yaitu biji-biji
Dikupas direndam diragi jadilah tempe
Tiga hari jadilah busuk
Ditanak digerus lalu direbus
Dengan bumbu-bumbu
Rempah
Dan santan kelapa tua
Aku menyukai garam yang asin
Jauh lebih asin dari lidahmu
Tambahkan sayuran rebus
Bayam
Kecambah, daun kunci
atau tidak ada daun kunci
Maka kembang keturipun jadi
Lalu tuangkang sambal kacang
Kemudian tutuplah dengan rempeyek
Biar berkesan sopan
Tahukah kamu apa itu ‘rempeyek’
Tepung beras adonan
yang digoreng setipis kertas
sajikan dengan nasi lunak adalah jodohnya
Tunggulah
Dan santaplah
Ketika matahari hapir terbit
13:43
Yogyakarta, 30 okt 2018
dwijokoharianto
Sambal Bawang
air liurku, diamlah.
Nasi mari datanglah dengan hangat
Air liurku, tunggulah
Tempe digoreng hampir gosong
Nasiku buat penuh dalam piring ditanak lunak
Kemudian ,
Inilah sambel bawang,
3 cabe rawit
Secuil bawang putih.
Sedikit gula merah dan asam jawa ?
Itu jika kamu suka
Digerus , jangan lupa garam
Secukupnya
Teteskan setetea minya sayur bekas tempe
Yang berjelaga
Air liurku,,
Sabarlah.
Dwijoko h 1:30 / 30.10.2018
in english
Onion Sauce
my saliva, shut up.
Rice, let's come warmly
My saliva, wait
The fried tempeh was almost burnt
My taste is full in soft-cooked dishes
Then,
This is the onion sauce,
3 cayenne pepper
A piece of garlic.
A little brown sugar and tamarind?
That's if you like it
Digerus, don't forget salt
Sufficiently
Drop the set of tempeh vegetable oil
The one with the darkness
My saliva ,,
Be patient.
Dwijoko h 1:30 / 30.10.2018
Looking for the formal definition, structure, and history of this poetry form? Visit the Poetry Dictionary entry below. Then return to explore how PoetrySoup members bring the form to life through their own poems.